Istilah Internet of Things (IoT) sudah menjadi bagian keseharian kita seiring dengan makin jamak penggunaannya. Bagi pebisnis bidang apa pun, potensi bisnis IoT menawarkan ruang inovasi dan kreativitas untuk semakin memperluas cakupan usaha.

Sesuai dengan namanya, IoT sangat erat mengandalkan jaringan Internet. Bak lem perekat, Internet menjadi jembatan bagi banyak sekali perangkat fisik yang berkomunikasi satu sama lainnya. Pemanfaatan IoT sudah tidak lagi mengenal sektor. Mulai dari perangkat rumah tangga hingga sensor, IoT kian meluas manfaatnya. Setiap kali perangkat berbasis IoT dipakai, muncullah data yang bisa dianalisa. Data inilah yang bisa dimanfaatkan untuk menggali potensi bisnis IoT atau meningkatkan pertumbuhan bisnis yang sudah ada saat ini.

Potensi Bisnis IoT

Cara kerja singkat IoT

IoT mengusung konsep dasar memberdayakan beberapa elemen utama demi terciptanya jaringan perangkat yang saling terhubung. IoT bekerja dengan menghubungkan perangkat fisik yang bisa terkoneksi ke Internet. Contohnya adalah perangkat elektronik, rumah tangga, kendaraan, hingga sensor. Mereka akan saling berkomunikasi dan berbagi data melalui jaringan.

IoT identik dengan sensor yang bekerja mendeteksi dan mengukur beragam parameter fisik, seperti suhu, tekanan, gerakan, dan lainnya. Secara terus-menerus, sensor ini mengumpulkan data di lingkungan sekitar lalu mengubahnya menjadi bahan yang bisa diproses kemudian.

Dan tentu saja, IoT sangat bergantung pada Internet. Koneksi Internet bisa beragam, mulai dari jaringan nirkabel hingga jaringan seluler. Contoh dari jaringan nirkabel adalah Wi-Fi atau Bluetooth. Sedangkan contoh dari jaringan seluler yakni 3G, 4G, atau 5G. Jaringan Internet bekerja untuk membantu komunikasi antar perangkat fisik di atas sekaligus menghubungkannya ke infrastruktur yang lebih luas.

Tahap berikutnya, perangkat IoT mengolah dan menganalisa data yang diperoleh menjadi bahan berguna bagi bisnis atau kebutuhan tertentu. Pada tahap ini, proses pengolahan dapat terjadi pada perangkat itu sendiri atau melibatkan server atau cloud. Data diolah melewati beberapa tahapan, mulai dari pemrosesan secara real-time, analisa yang bersifat perkiraan, dan kecerdasan buatan. Dari sinilah, pebisnis atau pemangku kepentingan akan bisa membuat keputusan strategis yang rasional. 

Bagaimana IoT berperan besar bagi dunia industri

IoT merupakan turunan inovasi dari pemanfaatan Internet yang kian gencar dan jamak. Saat ini, data merupakan bahan berharga agar bisnis apapun tetap hidup bahkan berkembang. IoT menawarkan keunggulan yang jauh lebih komprehensif sebab sanggup mengumpulkan data secara lebih menyeluruh dan mendalam. Pada umumnya, data yang dikumpulkan dan dikelola berupa operasi bisnis, pola perilaku konsumen, kinerja produk, dan efisiensi proses.

Keempat aspek tersebut secara real-time dikumpulkan dan dianalisa. Bagi pebisnis, informasi tersebut sangatlah penting menurut kebutuhan mereka dalam memberdayakan IoT. Mulai dari perbaikan layanan hingga memproses produk baru, IoT memungkinkan segala upaya bisnis terukur. Risiko kegagalan suatu produk hingga kehilangan pelanggan dapat ditekan serendah mungkin. Pebisnis dapat mendapatkan secara mandiri informasi penting mengenai kinerja produk atau jasa hingga apa yang dibutuhkan oleh target pasar.

Baca juga: IoT Security Adalah: Arti, Tantangan, Ancaman, dan Pencegahannya

Contoh penggunaan IoT dalam berbagai jenis industri

Dari konsep luas di atas, berikut contoh pemanfaatan IoT yang sudah dilakukan banyak pebisnis saat ini.

1. Sektor Manufaktur

Industri manufaktur sangat diuntungkan dengan adanya IoT. Sektor ini lekat dengan besarnya sumber daya, rumitnya rantai pasokan, hingga canggihnya mesin yang dioperasikan sehari-hari. Mengandalkan tenaga manual untuk inspeksi sangat menyita waktu, energi, dan riskan kesalahan.

IoT menawarkan pemantauan dan pemeliharaan mesin secara otomatis dan real-time. Sebagai pengusaha, Anda dapat mengetahui secara jauh lebih dini jika ada mesin yang rusak sehingga produksi tidak akan terhenti atau terhenti sesingkat mungkin.

Dari segi pasokan, IoT terus memperbaharui data stok yang kurang atau akan habis. Sehingga, Anda akan sigap mengisi stok yang dibutuhkan tanpa perlu mengecek satu per satu. Rantai pasokan dan logistik barang pun akan terjaga kelancaran dan pengisiannya.

2. Sektor Transportasi

IoT mulai dipergunakan di sektor transportasi untuk mengelola lalu lintas, parkir pintar, hingga membuat perkiraan rute yang hemat waktu. Pemanfaatan ini dimungkinkan dengan sistem keterhubungan antar kendaraan sehingga setiap mobil saling menerima informasi kondisi jalan. Diharapkan cara ini akan mengurangi risiko kecelakaan sekaligus membantu menavigasi rute selama perjalanan.

3. Kesehatan

IoT sekarang sudah banyak dilibatkan dalam memperbaiki layanan rumah sakit, mengoptimalkan tindakan operasi, dan mengelola aset. Pemantauan kondisi pasien secara terus-menerus efektif membantu kesembuhan mereka sebab pihak rumah sakit memperoleh data perkembangan pengobatan secara akurat.

4. Pertanian

Untuk sektor ini, sensor IoT dapat mengumpulkan data mengenai suhu, kadar kelembapan, dan nutrisi tanah agar mengoptimalkan pengelolaan pertanian. Sedangkan pada sub sektor peternakan, IoT pertanian sanggup mengamati kesehatan hewan ternak agar mempermudah peternak mengambil tindakan jika hewan sakit.

5. Kota Pintar

Kota Pintar mengintegrasikan operasi aspek layanan publik dan fasilitasnya memakai teknologi IoT. Aspek yang digarap adalah manajemen energi, penerangan, kualitas udara, pengelolaan limbah, hingga level kebisingan. Dengan data pada tiap fasilitas publik yang saling terhubung, Kota Pintar menargetkan membaiknya mutu hidup warganya sekaligus menghemat anggaran pemeliharaan.

Baca juga: Cara IoT Mengamankan ATM Dari Ancaman Kejahatan

Manfaat IoT untuk pelaku bisnis

1. Memaksimalkan operasional

Sistem IoT memangkas banyak sekali “birokrasi” pengoperasian pekerjaan yang dirasa kurang perlu. Adanya konsep kolaborasi membuat pekerjaan lintas divisi menjadi lebih efisien sehingga keseluruhan operasional lebih optimal. Contohnya adalah otomatisasi peralatan, pemantauan secara real-time, hingga integrasi data. Penerapan secara konkretnya seperti terlihat pada sensor IoT untuk memantau sistem produksi sehingga mengurasi risiko kesalahan manusia.

2. Menambah produktivitas

Adanya sistem IoT tidak harus menjadi kecemasan bagi tenaga manusia. Mereka bisa bekerja berdampingan dengan IoT, bahkan membantu dalam meningkatkan produktivitas secara keseluruhan. Tugas rutin dapat dikerjakan oleh sensor IoT sehingga mereka bisa lebih fokus pada tugas yang lebih berat. Hasilnya pun akan lebih optimal sebab waktu akan lebih tercurahkan pada tugas tersebut.

3. Efisiensi biaya

Pengusaha dapat menekan biaya operasional yang biasanya “bocor” untuk masalah yang tiba-tiba muncul. Contohnya adalah pemakaian energi yang cenderung boros sebab kurang dikelola secara bijak. Ini bisa diatasi dengan penyematan sensor IoT. Adanya IoT juga bisa membantu mengurangi risiko kesalahan pencatatan inventaris, misalnya. Sehingga, perusahaan tidak perlu menganggarkan biaya tertentu untuk mengganti stok yang padahal masih bisa dimanfaatkan.

4. Produk dan layanan yang lebih mutakhir

Untuk memenangkan persaingan, pelaku bisnis dituntut untuk selalu inovatif. Dengan menganalisa data dari sistem IoT, mereka bisa membuat produk dan layanan yang lebih kreatif dan lebih pas dengan kebutuhan target pasar. Sumbernya berasal dari analisa perilaku target pasar atau calon konsumen, kebutuhan, dan tren di masa depan.

5. Lebih tepat dalam mengambil keputusan

Sistem IoT menghadirkan data penting sebagai dasar dalam mengambil keputusan tertentu. Umumnya, pengambilan keputusan terkait dengan tren pasar, sikap pelanggan, tren pasar, dan lainnya. Data yang diperoleh akurat dan secara real-time agar keputusan yang diambil tidak meleset dari target atau kebutuhan bisnis.

Baca juga: Yuk, Kenali Teknologi IoT Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Tantangan dalam memanfaatkan IoT di dunia usaha

Meski potensi bisnis IoT sangat besar, terdapat tantangan dan masalah yang harus terlebih dahulu diketahui. Tujuannya, pelaku bisnis akan mempersiapkan langkah antisipasi di awal.

Tantangan yang paling kentara adalah isu privasi, keamanan data, dan kejahatan dunia maya. Dalam IoT, ada banyak sekali data yang dihimpun dan dianalisa. Tanpa pengamanan yang super ketat, data tersebut rentan diretas lalu disalahgunakan.

Pelaku usaha perlu memahami dan menerapkan sistem perlindungan data dan keamanan berlapis-lapis untuk memastikan seluruh data tidak bocor. Ini terlebih sangat penting sebab terjadinya interoperabilitas yang artinya data saling ditransfer antar banyak perangkat secara real time.

Selain persiapan infrastruktur yang mutakhir, teknis pengamanan data mutlak dipersiapkan. Karenanya, pengusaha perlu mengalokasi investasi yang besar untuk mencakup seluruh aspek tersebut. Potensi bisnis IoT yang begitu berharga sebanding dengan investasi anggaran yang relatif besar.

Tahapan dalam menggarap potensi bisnis IoT

1. Mengerti betul pasar

Mulailah dengan meriset pasar dan memahami betul tren, peluang, dan tantangan dalam industri IoT, khususnya sektor yang menjadi fokus. Inilah langkah pertama yang akan membuahkan celah bisnis lalu bagaimana IoT akan membantu menutupi celah tersebut, bahkan memberikan nilai tambah yang besar bagi konsumen nantinya.

2. Merumuskan solusi yang jelas

Setelah mengetahui celah bisnis atau kebutuhan yang belum tercukupi, rumuskan hipotesa berupa solusi yang menjawabnya. Lebih baik fokus pada satu bidang IoT agar benar-benar memberikan solusi yang efektif dan komprehensif.

3. Menggandeng mitra luar

Anda memang bisa membentuk tim sendiri tetapi hal ini akan memakan banyak waktu dan biaya. Belum lagi, anggota pada tim internal tersebut belum teruji secara teknis. Lebih baik, ajaklah bermitra tim eksternal yang sudah teruji kompetensinya, seperti MONSTER MAC. Selain lebih efisien dari segi waktu, Anda akan lebih fokus pada pengembangan produk dan memperbaiki layanan ke calon konsumen nantinya.

Baca juga: 8 Manfaat Iot Dalam Bisnis yang Penting Untuk Diketahui

4. Mempersiapkan infrastruktur terkait datanya

Data yang akan dikumpulkan sangatlah besar dan terus-menerus diperbaharui. Karenanya, pikirkan infrastruktur untuk menyimpan dan mengolah data ini beserta sistem keamanan datanya agar pelanggan aman dengan privasi mereka.

5. Memantau sistem IoT

Lakukan pemantauan data secara berkelanjutan agar sigap menangkap masalah atau kebutuhan yang tiba-tiba muncul. Tujuannya adalah agar segera melakukan perbaikan menurut kondisi konkret dan umpan balik dari pelanggan.

6. Merekrut tim yang kompeten

Carilah anggota tim yang mengerti teknis solusi terkait IoT. Di dalamnya mencakup keahlian pengembangan perangkat keras, perangkat lunak, keamanan dunia maya, analisa data, dan pengelolaan proyek IoT.

7. Menyusun rencana pemasaran dan penjualan

Setelah hal teknis siap, langkah terakhir adalah menyusun strategi pemasaran yang pas mengenai inovasi ini ke calon konsumen. Buatlah rencana pemasaran dengan bahasa yang “mengena” ke mereka agar lebih mudah dipahami. Aspek yang bisa digaris bawahi mencakup manfaat, nilai tambah, dan keuntungan kompetitif dari solusi IoT ini.

Baca juga: Wajib Diketahui, Ini Dia Pengaruh IoT Dalam Revolusi Industri 4.0

Prospek bisnis IoT di masa depan

Inovasi IoT akan semakin tidak terbendung seiring dengan lebih luasnya jangkauan teknologi dan semakin murahnya Internet. Integrasi solusi IoT pada berbagai bidang akan lebih mudah diwujudkan. Contoh sektor yang akan cerah di masa depan adalah kecerdasan buata, analisa big data, edge computing, blockchain, Augmented Reality, dan Virtual Reality.

Bidang-bidang inovasi tersebut akan terus dimanfaatkan pada sektor yang saat ini sudah mengadopsinya, yakni manufaktur, perhubungan, kesehatan, dan kebutuhan pada Kota Pintar.

Apabila saat ini perusahaan Anda sedang membutuhkan mitra terkait solusi IoT, silahkan menghubungi kami, MONSTER MAC. Selain vending machine, kami siap melayani kebutuhan terkait solusi IoT untuk beragam jenis bisnis.


Tertarik untuk memulai bisnis vending mesin dan IoT? Monster Mac siap membantu kebutuhanmu !