Monstermac.idTeknologi pertanian anak bangsa saat ini beragam bahkan sektor pertanian yang jarang orang melihat nya. Ternyata teknologi saat ini mulai memasuki ke semua lini. Dimana adanya kurang teknologi di segi pertanian membuat peluang untuk berinovasi.

Penemuan teknologi ini mengadopsi dari berbagai bisnis di luar pertanian dan dicobakan untuk kemajuan dunia teknologi pertanian. Sebagai negara agraria yang cukup besar teknologi perlu di kembangkan. 

Dari perangkat keras hingga lunak semua bertujuan untuk meningkatkan produksi sebuah pertanian yang dapat memaksimalkan hasil panennya. Petani yang bekerja dan bersentuhan langsung sudah seharusnya mereka lebih sejahtera dengan penemuan beragam teknologi untuk meningkatkan hasil usaha pertaniannya.

Yuks kita lihat hasil penemuan apa saja yang dapat digunakan dalam industri pertanian;

1. Drone Lahan Sawah

teknologi pertanian drone

Di Pati Jawa Tengah ada pemuda memanfaatkan teknologi drone. Teknologi pertanian anak bangsa yang satu ini terasa sekai manfaatnya karena sangat mempermudah petani dalam merawat tanaman. Drone ini digunakan untuk menyemprot tanaman memudahkan petani tidak turun ke sawah, selain itu tidak memakan waktu lama dengan jumlah lahan yang luas jadi sangat membantu para petani. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian daerah setempat meneliti dan memodifikasi drone tersebut menjadi alat penyemprot pestisida di lahan persawahan yang cakupannya begitu luas. Sayangnya petani harus bisa mengendalikannya sendiri drone ini.

2. Membuat listrik alami

listrik pohon kedondong naufal

Naufal, bocah Aceh yang berani bereksperimen membuat listriknya sendiri. Awal nya mengetahui bahwa buah-buahan memiliki zat asam. Sedangkan zat tersebut terdapat atau menghasilkan listrik arus lemah.

Naufal bereksperimen bagaimana caranya memaksimalkan arus listrik dari pohon kedondong yang dipilihnya. Naufal baru mengetahui bahwa pohon kedondong akan menghasilkan arus listrik dengan bantuan bahan tembaga, logam, dan kain atau tisu.

Caranya, batang pohon kedondong dilubangi. Lalu, tembaga dan logam yang sudah dilapisi kain atau tisu dimasukkan ke dalam lubang di batangnya. Dengan begitu, kain atau tisu akan menyerap kandungan asam, sehingga lempengan tembaga dan logam akan teraliri arus listrik.

3. Bioplastik, teknologi pertanian anak bangsa yang ramah lingkungan

teknologi bioplastik dari singkong

Bermula dari rasa prihatin terhadap sampah plastik, pria Bali Kevin Kumala ini membuat plastik dari bahan pertanian yang ramah lingkungan. Ada beberapa bahan pertanian yang dicoba untuk eksperimen dari kedelai, jagung, dan singkong. Diputuskan bahan yang digunakan adalah singkong karena selain murah bahan singkong mudah ditemukan dan mudah dalam diproduksinya. 

Baca juga: Internet of Thing (IoT) dan Sektor Pertanian

Menurut Kevin, bioplastik ciptaannya dijamin ramah lingkungan dan aman bagi makhluk hidup. Diperkirakan, bioplastik akan hancur secara alami sekitar 90 hari di dalam tanah dan menjadi kompos.

4. Helm Green Composite

helm composite

Anda tahu kan fungsi helm apa? Yups betul untuk melindungi benturan di kepala. Kebayang ngga kalo helm itu terbuat dari bahan pertanian dan pastinya ramah lingkungan? Seorang peneliti, yang sekaligus dosen di Fakultas MIPA Institut Pertanian Bogor (IPB), Siti Nikmatin, berhasil menciptakan helm istimewa. Disebut istimewa karena helm tersebut terbuat dari bahan campuran serat tandan kosong kelapa sawit sekitar 20%. Sisanya adalah bahan Akrilonitril Butadiena Stiren (ABS). Produk itu dinamakan Helm Green Composite karena di dalamnya mengandung bahan alami yang tidak ada di produk-produk helm lainnya.

Dengan kata lain, produk helmnya lebih ramah lingkungan. Helm ini sudah lolos uji SNI dan juga lolos standar di Amerika Serikat. Oleh karena itu, helm ini sudah layak dikomersilkan hingga diekspor ke luar negeri.

5. Aplikasi pemantau tanaman

Teknologi yang satu ini berwujud aplikasi atau software yang dapat diaplikasikan pada gadget seperti smartphone. Aplikasi tersebut mampu menginformasikan secara real time mengenai kondisi sebuah tanaman yang ditanam di sebuah lahan pertanian.

Cara kerjanya cukup sederhana. Letakkan terlebih dulu alat pemantau di lahan pertanian untuk menangkap dan menyampaikan informasi/data perihal kondisi lahan dan tanaman, seperti temperatur, kadar air, cahaya, kelembaban udara, nutrisi tanah, dan lain-lain. Selanjutnya, data-data tersebut akan dikirimkan ke smartphone yang sudah terinstal aplikasi.

Dengan begitu, petani bisa mengetahui sekaligus memantau kondisi tanaman yang ditanamnya untuk menentukan langkah proses bertani yang lebih terkontrol. Misalnya, pemberian pupuk atau yang lainnya.

Klik dibawah ini untuk  mendapatkan penawaran spesial!

Whatsapp
Download Our Company Profile