Vending machine Singapura atau mesin penjualan otomatis di negara tersebut sedang menuai popularitasnya. Jenis mesin ini ideal bagi penduduk setempat yang dinamis dan sibuk sehingga menginginkan cara transaksi jual beli yang aman dan cepat.

Tidak mengherankan tipe vending machine Singapura tidak pernah habis untuk dibahas. Sebagaimana kami ambil dari Liputan6.com, salah satu yang sedang ramai diperbincangkan adalah mesin penjual otomatis yang menjual daging sapi wagyu dan salmon bermutu primer. Letaknya ada di pusat perbelanjaan di lingkungan Kovan, Singapura.

Bak kantong ajaib, mesin ini turut menyediakan roti, puff kari, pizza yang baru dimasak, hingga kepiting cabai. Pohon kaktus bisa dibeli langsung dari mesin ini. Perlahan tetapi pasti, vending machine Singapura mulai memainkan peran sebagaimana supermarket.

Keberadaan mesin penjual semacam ini mendukung gerakan pengurangan COVID-19 sebab transaksinya meminimalisir kontak fisik. Manish Kumar, direktur pengelola Salmon Norwegia, mengatakan mesin ini tersedia 24 jam dengan ketersediaan bahan makanan, minuman, dan yang lainnya secara aman.

“Tidak perlu pergi ke superstore mana pun. Ada jarak sosial. Dalam enam detik, Anda mendapatkan produk Anda. Anda pergi,” katanya.

Contoh maraknya vending machine Singapura yakni adanya kafe setempat dengan hidangan hangat dari mesin ini. Ada pula rantai kecil toko serbe ada yang mengandalkan mesin ini untuk menjual beragam produk, mulai dari plester hingga kacang panggang.

Pendapatan Tumbuh Pesat

Pendapatan penjualan melalui mesin ini mencatat kenaikan pesat dari 2014 ke 2019. Menurut hasil riset firma Euromonitor, pendapatan tersebut meningkat sekitar 15% menjadi US$104,5 juta atau sekitar Rp1,1 triliun pada 2019 dari US$91 juta atau sekitar Rp990 miliar pada 2014. Pandemi COVID-19 turut diprediksi menurunkan jumlah pendapatan sepanjang 2020 akan tetapi kondisi ini akan cepat pulih.

Masih menurut Manish Kumar, mesin pengelola otomatis menawarkan ruang ritelnya tersendiri. Dimana untuk mesin penjual daging salmon, ia memilih menempatkan mesin jenis ini tidak di samping salmon segar.

Mervin Tham, salah satu dari tiga pendiri EasyMeat, memilih menjual daging sapi wagyu via vending machine.

“Ini adalah cara yang mudah untuk menguji suatu produk, terutama jika memulai bisnis sendiri. Dan umumnya ada minat terhadap budaya ritel otomatis yang dilihat di luar negeri, seperti di Jepang,” katanya.

Ia meyakini gagasannya akan menarik minat konsumen di Singapura sehingga akan bisa menaruh 900 mesin. Khusus untuk daging wagyu, memesannya melalui vending machine dapat memecahkan masalah bagi warga setempat yang ingin memakan daging ini segera. Terkadang mereka mendapati toko tutup atau memasan secara daring membutuhkan waktu lama untuk sampai.

Baca juga: Multifungsi, Vending Machine ini Bisa Jual Alat Tes Covid

2021-03-25T03:16:41+00:00March 25th, 2021|
Go to Top