Internet of Things (IoT) telah menciptakan sejumlah besar perubahan, baik kemajuan dan kebingungan. Beberapa menyebut IoT lebih penting daripada Internet, sementara yang lain mengatakan adanya IoT hanyalah untuk kesenangan. Jadi apa itu IoT, sejarah IoT dan manfaatnya ?

Apa itu IoT?

Jika suatu objek dapat terhubung ke internet, namun tidak melalui komputer atau perangkat seluler, maka benda itu telah memenuhi syarat di Internet of Things. Barang-barang dengan fitur tersebut termasuk perangkat yang dapat dikenakan, mesin mekanik dan digital. Singkatnya, untuk menjadi perangkat IoT, sebuah objek harus memiliki dua bagian:

  1. Objek itu sendiri
  2. Koneksi ke Internet

Tetapi menghubungkan objek ke Internet tidak serta merta meningkatkan kegunaanya. Jadi produsen umumnya menambahkan salah satu atau kedua hal berikut:

  1. Sensor, yang mengambil informasi tentang objek atau sekitarnya
  2. Aktuator, yang peralatan mekanis untuk menggerakkan atau mengontrol sebuah mekanisme atau sistem.

Singkatnya, perangkat IoT hanyalah objek non-tradisional yang terhubung ke Internet. Sehingga harus memiliki setidaknya satu sensor atau aktuator untuk mendapatkan manfaat dari koneksi ini.

IoT sebagai Gelombang Komputasi Berikutnya

manfaat kiosk digitalMicrosoft menyebut IoT sebagai “revolusi industri keempat”. Pihak Microsoft juga mengklasifikasikannya bersama produksi mekanik, sains dan produksi massal, dan Revolusi Digital. Pada tahun 2017, $800 miliar dihabiskan untuk pengembangan IoT. Dari penelitian tersebut diperkirakan dampak industri berkisar antara $3,9 dan $11,1 triliun pada tahun 2025. Dengan nilai minimal $3,9 triliun.

Pada tahun 2019 saja, dua pertiga konsumen berniat membeli beberapa bentuk teknologi yang secara otomatis terhubung untuk rumah mereka dengan IoT. Maka diperkirakan bahwa 95% dari semua produk elektronik akan memiliki teknologi IoT bawaan pada tahun 2022. Bahkan Departemen Perhubungan AS juga memperkirakan bahwa akan dikembangkan piranti komunikasi  antar kendaraan untuk membantu mencegah 76% kecelakaan mobil.

Tak hanya lalu lintas saja, tetapi Kota Pintar atau Smart City pun kian lama kian berkembang. Salah satu Smart City di Korea Selatan telah menurunkan konsumsi energi per kapita sebesar 40%. Lalu adanya kemajuan IoT membuat perkembangan dalam perawatan kesehatan diperkirakan akan menghindari 50.000 kematian. Kematian tersebut adalah kematian yang dapat dicegah setiap tahun  dalam satu area kecil yang disebabkan kesalahan rumah sakit. Seperti keterlambatan penyampaian informasi.

Mengapa Sekarang Saatnya untuk IoT?

Dari beberapa  sudut pandang, IoT hanyalah sekedar “lebih banyak komputer”. Karena hanya menghubungkan perangkat  yang sebelumnya tidak terhubung ke Internet. Perangkat baru ini, bagaimanapun, akan memiliki fungsionalitas yang jauh melampaui komputer biasa. Komputer atau perangkat seluler adalah layar yang menyediakan keluaran dan terminal yang mengizinkan masukan. Komputer dan perangkat seluler tidak dapat berdampak langsung pada dunia fisik, di situlah perangkat IoT menjadi revolusioner.

Kelebihan Perangkat IoT:

  • Ambil informasi tanpa permintaan manusia
  • Komunikasikan informasi itu ke perangkat lain melalui Internet
  • Gunakan kecerdasan (miliknya sendiri atau di tempat lain) untuk membuat keputusan
  • Terapkan keputusan tersebut di dunia nyata, baik itu sendiri atau melalui perangkat lain yang terhubung ke Internet di mana saja di dunia
  • Karena sebagian besar manfaat IoT berasal dari interaksi perangkat dan antar-koordinasi, keseluruhan IoT lebih dari sekadar jumlah bagian-bagiannya. Sama seperti media sosial yang secara dramatis meningkatkan konektivitas, komunikasi, dan koordinasi manusia, IoT menciptakan jenis revolusi serupa melalui apa yang dapat digambarkan sebagai jaringan sosial untuk mesin.

 

Baca Juga : Penerapan IoT untuk Wujudkan Pertanian Digital Bagi Millenials