Internet of Things (IoT) telah menjelma menjadi bagian tak terpisahkan bagi keberlangsungan bisnis perusahaan saat ini. Sebagai individu pun, kelebihan Internet of Things atau IoT sangat terasa pada banyak produk yang telah kita pakai sehari-hari.

Contoh produk berbasis IoT dalam kehidupan sehari-hari adalah smart AC, smart TV, smart home system, smart LED dan smart vacuum cleaner. Sebagai bentuk penemuan teknologi pada lazimnya, IoT mempunyai kelebihan dan kekurangan. Artikel kali ini akan berfokus pada dua aspek tersebut untuk perusahaan.

Kelebihan Internet of Things

Kelebihan Internet of Things yang pertama adalah menghadirkan solusi yang efisien tanpa menguras sumber daya. Ia membantu tugas manusia dalam bekerja sehingga waktu bekerja menjadi lebih irit. Karyawan perusahaan pun bisa mengalihkan fokus ke pekerjaan lain yang lebih penting.

Selain itu, Internet of Things membuat perusahaan bisa berpikir menyediakan layanan dan produk yang bisa mendukung gaya hidup manusia modern yang semakin dinamis dan minimalis. Hal ini bisa kita lihat dari beberapa sektor bisnis, seperti ritel. Internet of Things berguna untuk meningkatkan proses pengelolaan inventori dan mengantar pesanan langsung ke pembeli.

Contoh lain terdapat pada sektor elektronik. Perusahaan yang bergerak pada sektor ini dapat memakai Internet of Things untuk memproduksi peralatan elektronik rumah yang bisa tanggap dengan perintah manusia memakai suara.

Dengan Internet of Things, perusahaan akan terus berpacu berinovasi dalam segi riset. Inilah kelebihan Internet of Things ketiga yang bermaksud membuat perusahaan lebih berdaya saing dibandingkan kompetitor pada bidang yang sama. Hal ini disebabkan Internet of Things yang memperoleh dukungan dari kecerdasan buatan yang akan terus memperbaharui data. Mau tidak mau, perusahaan dituntut untuk terus mempelajari integrasi Internet of Things dan kecerdasan buatan lalu kegunaan keduanya dalam meningkatkan keuntungan perusahaan.

Kekurangan Internet of Things

Internet of Things mempunyai beberapa kelemahan yang patut disadari oleh setiap perusahaan. Yang pertama adalah ia rentan terkena serangan di dunia maya. Jika sistem keamanan kurang bagus, mudah bagi penjahat dunia maya menjebol sistem Internet of Things milik perusahaan yang bersangkutan. Contoh parah pernah menimpa 145.607 webcam milik Dyn yang diretas dalam serangan DoS. Kita bisa membagi serangan tipe ini ke dalam tiga jenis menurut target serangannya. Pertama adalah hack attack dimana peretas hanya sanggup mengakses perangkat lunak Internet of Things. Kedua, shack attack yang berarti serangan terhadap perangkat keras berbiaya rendah. Terakhir, lab attack dimana serangan ini sangat berbahaya sebab si peretas telah menyerang peralatan laboratorium lalu mengubah isi sistem perangkat Internet of Things secara leluasa.

Untuk membentuk sistem keamanan tahan peretasan, pihak perusahaan harus melakukan penaksiran risiko. Dalam tahap ini, perusahaan harus mengetahui lalu menakar potensi risiko yang bisa saja terjadi pada perangkat dan pemakaian Internet of Things itu. Penaksiran risiko ini mencakup risiko keuangan, fisik dan reputasi. Tak kalah pentingnya yakni penaksiran risiko terkait pemakaian jaringan, lokasi dimana Internet of Things berada hingga antar muka pemakainya.

Semakin maraknya pemakaian Internet of Things hendaknya membuat perusahaan kian waspada perihal cara membuat penemuan ini aman dari risiko penjebolan oleh penjahat di dunia maya.

Baca juga: Smart Home Berbasis IoT, Solusi Rumah Aman dan Nyaman

 

 

2021-03-04T07:16:33+00:00March 4th, 2021|
Go to Top